Jakarta, 12 Maret 2009 07:48
RCTI memutuskan untuk menghentikan sementara tayangan "Indonesian Idol". Pasalnya, elemen kejutan dan dramatisasi dari talent show ini dianggap mudah ditebak publik.
"Untuk sementara `diistirahatkan`. Dengan diistirahatkan, kami berharap nanti, saat kita mulai untuk musim selanjutnya, orang akan terasa seperti menunggu dan mudah-mudahan sambutannya lebih bagus," ungkap Rudy Ramawy, Director Sales, Marketing, & Promotions RCTI, beberapa waktu lalu di Jakarta.
Rudy membenarkan jika pihaknya yang justru meminta kepada Fremantle Media --pemilik waralaba `Idol`-- untuk absen sementara dari layar kaca, setelah enam tahun tayang secara berturut-turut.
"Indonesian Idol", menurutnya, butuh pembaharuan baik dari segi pengemasan maupun konten acara, agar tetap fresh di hadapan penonton. "Akan kita godok ulang, hingga kami temukan format yang menurut kita adalah format yang fresh," katanya.
Format yang melulu itu-itu saja sejak talent show ini menemukan Joy Tobing pada musim kompetisi perdana hingga Januarisman setahun lalu, merupakan salah satu bahan pertimbangan tayangan ini `diparkir` sementara. "Kalau diteruskan seperti itu, ya orang mudah sekali menebaknya," ujarnya.
"Penyajiannya orang bisa tebak pasti begini atau karakter dari pemenangnya pasti seperti itu. Element surprise-nya (kejutan) itu sudah nggak ada lagi."
"Reality show atau talent show itu harus ada element of surprise dan ada elemen dramatisasi," tambah Rudy.
Tak pasti, kapan "Indonesian Idol" bakal kembali dilanjutkan. Namun Rudy berujar jika pihaknya bakal mengistirahatkan tayangan ini selama satu musim. [EL]
http://www.gatra.com/artikel.php?pil=23&id=123927